Jangan Mengaku Musisi Jika Belum Mengenal Fungsi Audio Processor Ini!

Jangan Mengaku Musisi Jika Belum Mengenal Fungsi Audio Processor Ini!

Mengenal Fungsi Audio Processor. Audio processor merupakan deretan dari peralatan audio processing yang berfungsi untuk filtrasi. Dimana filtrasi ini dilakukan dari signal output mixer ke amplifier. Maka dari itulah, audio ini disebut juga dengan pre amp. Karena tugas dari audio ini adalah untuk membuat output mixernya menjadi lebih sempurna sebelum menuju ke power amplifier.

Macam-macam Processor Audio dan Fungsinya

Ada banyak varian dari audio processor yang tidak boleh ditinggalkan pada sebuah sound system. Yaitu, active crossover, graphic equalizer, external audio efx, dan juga limiter atau compressor. Beruntungnya, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya dunia teknologi audio digital, sehingga hal ini membuat semua inverter dan proses converter yang disebutkan diatas telah diwakilkan oleh DLMS.

Kegunaan Graphic Equalizer

Salah satu alat yang kerap dipakai untuk mereproduksi audio processor secara live adalah EQ. EQ ini singkatan dari equalizer. Alat ini berfungsi sebagai penyeimbang frekuensi suara yang ada dalam mix.  Jadi, mixer itu punya equalizer pada setiap input channelnya. Karena tugasnya adalah mengequalisasi signal inputnya, karena output mixer tidak punya equalizer.

Dari sinilah, maka dibutuhkan bantuan dukungan untuk mengequalisasinya. Karena terkadang saat menggunakan mixer dari semua instrument yang ada, ternyata hasil suara mix yang digunakan oleh penyanyi suara yang keluar berbeda dengan yang ada di speaker front of house. Jadi, suaranya bisa saja berbeda dengan hasil mixing yang didengar dari headphone atau AFL.

Macam-macam Graphic Equalizer

Graphic equalizer adalah salah satu jenis dari processor audio yang harus diperhatikan. Karena jumlahnya cukup banyak dan bervariasi jenisnya, sehingga Anda harus paham seperti apakah perbedaan di antara keseluruhan. Dimana macam-macamnya itu sendiri ada yang benuknya graphics EQ dan parametrix EQ. Kegunaan dari parametrix equalizer adalah sebagai tune control pada amplifier combo dan parametric mixer audio.

Ini berbeda sekali dengan graphic equalizer. Karena fungsinya jauh lebih spesifik lagi. Maka dari itulah, supaya semakin jelas seperti apakah jenis dari audio processor yang satu ini, kali ini akan dijelaskan seperti apakah graphic equalizer. Karena dibandingkan yang lainnya, alat ini jauh lebih familiar dan presisi untuk cut frekuensi. Di bawah ini adalah contoh frekuensi graphic equalizer dan cara menggunakannya.

  1. 20hz

Frekuensi paling rendah yang dapat didengar oleh manusia. Sehingga, frekuensi ini jarang sekali dicut. Tidak seperti frekuensi 31,5 hz. Frekuensi 31,5 Hz = termasuk ke dalam frekuensi yang low. Jadi, sangat bawah sekali jika digunakan untuk pengaturan EQ sub woofer. Sehingga, tak heran bila jumlah frekuensi ini paling sering dicut agar terhindar dari suara humming dibagian subwoofer.

  1. 40 hz

Frekuensi ini juga sama seperti frekuensi 31,5 Hz. Karena sering dicut guna menghindari terjadinya humming. Frekuensi 50 hz = frekuensi ini sangat rendah untuk sebuah instrumen. Frekuensi ini adalah perkusi, kick, dan cajon. Sehingga, frekuensi ini hanya dicut seperlunya saja. Frekuensi 63 Hz = ini juga sama seperti frekuensi 50 Hz. Karena dicut jika ada yang dibutuhkan.

  1. Frekuensi 80 Hz

Jenis frekuensi dari salah satu hasil dari audio processor ini dapat menentukan kemegahan dari kick drum. Sehingga, terkadang frekuensi ini diboost supaya dentumannya lebih megah. Frekuensi 100 Hz = ini termasuk frekuensi punch pada setiap instrumen perkusi. Sehingga, kerap diboost. Meskipun kemungkinannya sangat kecil sekali dari frekuensi 120 Hz.

  1. Frekuensi 120 Hz

Frekuensijenis ini adalah frekuensi punch pada telinga. sehingga, wajib dilakukan cutting supaya frekuensi lownya tidak akan membuat telinga menjadi pekak. Umumnya, jenis frekuensi ini bisa merusak cap speaker atau bahkan mencopotnya. Frekuensinya sama seperti 160 Hz. Karena frekuensi ini juga berefek pada belakang kepala. Sehingga, sering dicut secara extrime.

  1. Frekuensi 200 Hz

Ini adalah frekuensi bottom yang termasuk dalam mid low section. Umumnya, frekuensi ini kerap ditemukan pada low vocal, gitar, dll. Sehingga, hanya perlu dicut sesuai kebutuhan saja supaya low vocalnya tidak sampai humming. Ini sama seperti frekuensi 250 Hz yang masuk dalam kategori flat dan main mid low.

  1. Frekuensi 315 Hz

Jenis frekuensi dariaudio processorini seperti suara yang rendah dalam tong besar. Sehingga, frekuensinya harus dicut supaya vocal yang keluar tidak sama seperti tong besar. Frekuensi 400 Hz = ini juga sama seperti frekuensi 315 Hz, sehingga akan lebih baik jika dibuat flat. Dari frekuensi pada yang lainnya.

  1. Frekuensi 500 Hz

Ini termasuk mid low kategori yang bisa membuat karakter mix menjadi seperti dalam sebuah tabung. Sehingga, wajib dicut. Frekuensi 630 Hz = ini termasuk frekuensi middle kaleng, sehingga harus diflat. Frekuensi 800 Hz = ini termasuk frekuensi untuk midle voal yang tipenya roomy. Sehingga, wajib dicut meskipun sedikit.

Ini dilakukan supaya vocalnya tidak sama seperti suara adzan yang terdengar dari kejauhan. Frekuensi 1 khz = termasuk perfect middle yang diflat. Frekuensi 1,25 khz = frekuensi yang sama seperti 1 khz, tapi tidak sempurna. Sehingga, harus dicut agar lebih solid suara sound systemnya. Frekuensi 2 khz = ini termasuk frekuensi yang mid hidh.

Melihat sedikit penjelasan di atas, kini jika Anda ingin menjadi seorang musisi ataupun seseorang yang bergerak di bidang musik, sebaiknya pahami frekuensi suara dalam graphic EQ dulu. Ini hal yang sangat penting sekali karena bagian ini bertugas untuk alat feed back destroyer dalam dunia musik. Dengan begitu, Anda bisa lebih mengenal fungsi dari audio processor yang sebenarnya.